Tangerang, Progresnews.com – Anggota MPR RI Ahmad Subadri kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam bingkai empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Ketetapan MPR, serta Bhineka Tunggal Ika. Ajakan itu dilakukannya saat menggelar sosialisasi di Aula Kantor Desa Rancabuaya, Kecamatan Jember, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/5)
"Kalau menjaga keutuhan bangsa dan negara ini hanya dibebankan kepada pemerintah saja, dan elemen lainnya hanya menjadi penonton, maka jangan heran kalua Indonesia tidak akan pernah berkembang dan maju. Jadi, sudah sepatutnya, kita, saya dan ibu, bapak, adik-adik semua sebagai bagian dari bangsa ini ikut serta dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagaimana caranya?, tentu kita tidak boleh lelah untuk terus mengamalkan apa yang disebut dengan empat pilar” kata Subadri ditengah-tengah peserta yang hadir saat mengelar sosialisasi empat pilar di Aula Kantor Desa Rancabuaya Kecamatan Jember, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/5)
Menurut senator asal Banten itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, serta nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar yang telah diamanahkan oleh para pendiri bangsa.
“Itulah kenapa dalam setiap kesempatan saya selalu mengajak semua orang entah itu Tokoh Agama, Pemuda, ibu-ibu PKK, maupun ormas, untuk tidak melupakan komitmen sebagai anak bangsa, untuk terus menjaga keutuhan negara ini. Karena saya percaya kalua komitmen itu hilang, akan jadi apa negara tercinta kita ini. Untuk siapa itu kita lakukan bapak-ibu?, untuk anak cucu kita kelak, jangan sampai mereka hanya mendengar cerita nya saja tentang Indonesia. Kita harus yakin bahwa Indonesia akan Berjaya, dan anak cucu kita akan bangga” kata Subadri
Subadri juga memiliki permintaan khusus kepada para guru yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Katanya, gurumerupakan ibu kedua dalam mendidik generasi muda, karenanya dibutuhkan komitmen kuat untuk mencetak generasi yang tangguh, yang memiliki rasa nasionalisme tinggi terhadap Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih, terkhusus kepada bapak ibu-guru yang tak pernah lelah mendidik generasi muda Indonesia. Kita sadar bersama bahwa hari ini banyak budaya-budaya asing yang telah masuk dan bisa mengikis rasa nasionalisme. Tugas bapak-ibu ke depan sangat berat, bukan hanya untuk mencerdaskan, tapi juga mampu memupuk rasa nasionalisme di kalangan anak muda. Tapi saya yakin itu bisa kita kerjakan bersama-sama, sesuai dengan kompetensi dan profesi kita masing-masing” jelas Subadri. (Red)

